Muhammad Rifky Wicaksono atau yang biasa dipanggil Rifky merupakan Dosen di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Pria kelahiran Yogyakarta tersebut merupakan lulusan Harvard University dan University of Oxford sekaligus. Namun, Jalan karirnya tidak selalu mudah. Rifky pernah mengalami kegagalan pada Ujian Nasional yang Hampir membuatnya tidak lulus SMA. Lalu bagaimana kisahnya hingga menjadi lulusan Harvard dan Oxford? TransforMe berkesempatan untuk mewawancarai Mas Rifky pada acara Transformind untuk berbagi kisah hidupnya serta rahasia-rahasia yang ia miliki agar dapat menempuh pendidikan di universitas kelas dunia seperti Harvard dan Oxford. Yuk, perhatikan kisahnya!

  • Plan Ahead
    Menurut Mas Rifky, untuk bisa berkuliah di dua Universitas bergensi yaitu Harvard dan Oxford, Diperlukan perencanaan yang matang. “Bermimpilah sebesar mungkin”, Bagi Mas Rifky, perencanaan secara dini merupakan kunci bagi siapapun jika ingin meraih mimpi yang kita cita-citakan. “Aku dulu mimpi untuk kuliah di Harvard dan Oxford sudah dari kecil”, jawab Mas Rifky ketika ditanya mengenai persiapannya untuk kuliah di Harvard dan Oxford. Mas Rifky juga menambahkan bahwa Harry Potter merupakan salah satu alasan kenapa ia ingin kuliah di Oxford sejak kecil. Sebab, University of Oxford merupakan salah satu lokasi pengambilan gambar untuk film Harry Potter.
  • Hampir Tidak Lulus SMA
    Meskipun lulusan Harvard dan Oxford, ternyata jalan yang dilalui Mas Rifky tidak selalu mulus, banyak kegagalan yang pernah dia alami. Salah satunya adalah ketika saat itu Mas Rifky hampir tidak Lulus SMA akibat gagal pada saat Ujian Nasional. Meski begitu, menurutnya kegagalannya pada saat itu justru menjadi titik balik dalam hidupnya. “Aku sangat bersyukur sama Allah atas kejadian itu. Karena kejadian itu membuat aku berbalik 180 derajat dan sadar bahwa bakat dan kemampuan saja nggak cukup, tapi harus berjuang mati-matian juga”, ucapnya.
    WNI Pertama dengan Gelar Magister of Juris dari Oxford University
    Mas Rifky merupakan mahasiswa Oxford University angkatan tahun 2016. Pada saat lulus, Mas Rifky mencetak rekor sebagai warga negara Indonesia pertama yang meraih gelar Magister of Juris dari Oxford University. Meski begitu, dirinya mengaku bahwa prestasi ini bukan suatu hal yang patut dibanggakan. Menurutnya, cukup prihatin bahwa Indonesia yang sudah merdeka 76 Tahun yang lalu tetapi, anak mudanya belum bisa mendapatkan pendidikan pada tingkat terbaik.
  • Tanggung Jawab yang Besar
    Mas Rifky mengatakan bahwa memang benar dia memiliki privilege untuk dapat kuliah di Harvard dan Oxford karena dibesarkan di keluarga pendidik. Ibu dan Bapaknya yang merupakan dosen selalu menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada Mas Rifky sehingga dirinya selalu termotivasi untuk dapat sekolah setinggi-tingginya. Setelah mendapatkan gelarnya, Mas Rifky merasa bahwa gelar tersebut bukan berarti karirnya di masa depan akan menjadi mudah. Ia justru semakin termotivasi untuk selalu memberikan dampak positif dimanapun ia berada. “Its not the degree, its what you do with your degree,” sambungnya. Dengan gelar yang dimilikinya, Mas Rifky merasa bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memberikan perubahan positif dengan pengetahuan yang ia miliki.

    Nah TransforMers, begitu kira-kira kisah hidup dari sosok inspiratif yaitu Rifky Wicaksono. Gimana? Apakah kamu sudah terinspirasi? Yuk mulai persiapkan diri kamu sebaik mungkin, agar bisa mengikuti langkah Mas Rifky! Dan jangan lupa selalu pantau media sosial dan website TransforMe untuk mengikuti kisah-kisah inspiratif lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *